BeritaPadang

Wako Fadly Amran Petakan 50 Zona Rawan Banjir dalam Master Plan Drainase Baru

×

Wako Fadly Amran Petakan 50 Zona Rawan Banjir dalam Master Plan Drainase Baru

Sebarkan artikel ini
MASTER PLAN DRAINASE— Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang menggelar rapat pembahasan Master Plan Drainase sebagai langkah strategis mengatasi persoalan banjir dan genangan air di Kota Padang. Rapat yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Padang Fadly Amran ini berlangsung di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang.

PADANG, POLIKATA.COM— Pemerintah Kota Padang mulai mengambil langkah konkret untuk membebaskan warga dari ancaman banjir yang kerap melanda. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Pemko Padang kini tengah mematangkan penyusunan Master Plan Drainase sebagai strategi utama pengendalian air di wilayah perkotaan.

Rapat pembahasan dokumen strategis ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota, Rabu (29/4/2026). Pertemuan tersebut menghadirkan konsultan perencana dan tim teknis untuk membedah peta jalan penanganan banjir secara komprehensif.

Dalam paparannya, terungkap bahwa pemetaan wilayah rawan genangan di Kota Padang kini dibagi menjadi 50 zona prioritas. Tercatat ada 224 saluran primer dan sekunder yang masuk dalam sistem daerah aliran drainase yang akan dibenahi secara total.

Baca Juga  Rompi Pink untuk Petinggi BGN: Modus Dadan Hindayana Kuras Miliaran Rupiah per Hari Lewat Yayasan Mitra Terbongkar

Wali Kota Fadly Amran menegaskan bahwa penyusunan master plan ini merupakan bagian krusial dari Program Unggulan (Progul) Pemko Padang terkait pengendalian banjir terpadu. Ia optimistis penanganan banjir akan lebih efektif berkat dukungan anggaran pusat.

Ia optimistis penanganan banjir akan lebih efektif berkat dukungan anggaran pusat. “Kita bersyukur mendapatkan dana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dari kementerian. Dengan dana ini, penanganan di area hulu yang menjadi penyebab banjir ditargetkan bisa tertangani dalam dua tahun ke depan,” ujar Fadly.

Ia juga menginstruksikan agar dokumen yang disusun konsultan tidak hanya menjadi pajangan, melainkan harus menjadi kitab suci atau acuan tunggal dalam pembangunan infrastruktur air selama empat tahun ke depan.

Baca Juga  Pemkab Agam Salurkan 15.000 Telur Gratis di Lubuk Basung untuk Tekan Inflasi dan Stunting

“Saya minta dokumen ini sangat detail. Mulai dari pembangunan kolam retensi, peta wilayah yang akurat, hingga integrasi dengan sistem penanganan bencana harus tergambar jelas. Tidak boleh ada kealpaan data, dan ke depan tidak ada lagi kajian yang keluar dari dokumen ini,” tegasnya.

Melalui perencanaan yang matang dan terintegrasi, Pemko Padang berharap masalah genangan air yang selama ini dikeluhkan masyarakat dapat diselesaikan secara terarah dan berkelanjutan.

“Terima kasih kepada konsultan dan pihak teknis. Kami berharap kolaborasi ini terus terjaga kuat hingga tahap implementasi di lapangan nanti,” pungkas Fadly. added to input context. Tap chip to remove. (red)