BeritaHeadlinePadang

Update Banjir Padang 3 Agustus 2026: Perumahan Terendam, BPBD Siaga 24 Jam

×

Update Banjir Padang 3 Agustus 2026: Perumahan Terendam, BPBD Siaga 24 Jam

Sebarkan artikel ini
Perumahan Wahana 2 Rimbo Tarok, Balaibaru, Kecamatan Kuranji, terendam banjir akibat hujan lebat yang mengguyur Kota Padang sejak pukul 11.30 WIB siang.

PADANG, POLIKATA.COM— Hujan berintensitas sangat lebat disertai angin kencang melanda seluruh wilayah di 11 kecamatan Kota Padang sejak Senin (3/8) siang. Terparah terjadi di Kecamatan Koto Tangah. Akibatnya, akses jalan utama lumpuh dan puluhan rumah warga mulai kemasukan air dengan debit yang terus meningkat.

Salah satu wilayah terdampak terlihat di Perumahan Grand Mandiri I, Kelurahan Lubuk Minturun, Kecmaatan Koto Tangah. Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Penanggulangan Bencana Kota Padang, genangan air juga memutus arus lalu lintas di depan Kantor Dinas Pertanian Kota Padang, kawasan Sungai Lareh.

Kondisi genting dilaporkan oleh Alex, seorang warga Perumahan Sungai Lareh. Melalui pesan darurat yang beredar berantai, ia melaporkan bahwa air sudah mulai masuk ke dalam rumahnya dan terus meninggi.

“Kami membutuhkan bantuan segera dari petugas terkait untuk penanganan dan evakuasi,” tulis Alex dalam pesan singkatnya, Senin (3/8/2026) siang.

Hingga berita ini diturunkan, tim penyelemat sedang berupaya menuju lokasi untuk melakukan evakuasi mandiri terhadap warga yang terjebak, terutama lansia dan anak-anak.

Sementara itu, tingginya genangan air di depan Kantor Dinas Pertanian, Kecamatan Koto Tangah, juga membuat kendaraan roda dua maupun roda empat sama sekali tidak bisa melintas. Para pengguna jalan terpaksa memutar balik, memicu kemacetan panjang di jalur alternatif Lubuk Minturun. Aktivitas perekonomian warga sekitar pun mandek total.

Baca Juga  Banjir Payakumbuh: Wali Kota Zulmaeta Instruksikan Pemulihan Cepat

Pihak berwenang mengimbau seluruh masyarakat Kota Padang untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat intensitas hujan yang belum mereda. Warga diminta menjauhi kawasan rawan banjir dan segera mengungsi ke tempat yang lebih aman jika debit air terus naik.

Selain itu, hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Padang juga mengakibatkan banjir di kawasan Arai Pinang, Kelurahan Pengambiran Ampalu, Kecamatan Lubuk Begalung, Senin (3/8/2026). Genangan air tampak menutupi ruas jalan sehingga kendaraan harus melaju perlahan. Kondisi tersebut mengganggu aktivitas masyarakat di kawasan tersebut.

TRC dan KSB Bergerak Sisiri Lokasi

Tingginya intensitas hujan juga menyebabkan ruas jalan protokol juga tergenang air. Akibatnya, banyak kendaraan roda dua dan mobil terjebak karena genangan air yang sangat tinggi. Seperti telihat di ruas jalan Khatib Sulaiman, Rasuna Said, Raden Saleh, S Parman, Proklamasi, Adinegoro, hingga kawasan jalan raya Bandar Buat-Indarung.

“Sejumlah titik di Padang mulai tergenang dan laporan warga sudah masuk. Tim BPBD bersama TRC dan Kelompok Siaga Bencana langsung bergerak ke lapangan untuk melakukan penanganan serta evakuasi secara cepat,” tegas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Hendri Zulviton, saat memimpin pengerahan tim respons cepat di lapangan.

Tingginya curah hujan dalam durasi cukup lama menyebabkan beberapa titik kawasan permukiman dan ruas jalan protokol mulai terendam genangan air. Lokasi terdampak terpantau di antaranya berada di wilayah Kuranji, Gunung Pangilun, Lubuk Begalung, hingga Koto Tangah. Merespons kondisi emergency tersebut, BPBD Kota Padang bergerak cepat menerjunkan personel gabungan berkolaborasi dengan Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanggulangan Bencana dan Kelompok Siaga Bencana (KSB) di tiap kelurahan.

Baca Juga  Mulai 17 Juni, Minyakita Murah Rp15 Ribu dan Layanan NIB Gratis Hadir di 9 Pasar Tradisional

Hendri mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan mandiri, terutama bagi warga yang bermukim di daerah rawan genangan air, bantaran sungai, mapun perbukitan. “Masyarakat kami imbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi seperti genangan air, banjir bandang, hingga tanah longsor di kawasan rawan,” jelasnya.

Selain pengerahan evakuasi fisik, pihak BPBD juga meminta masyarakat memperhatikan kondisi lingkungan sekitar seperti memastikan saluran drainase tidak tersumbat sampah. Warga diminta membatasi mobilitas luar ruangan jika tidak ada keperluan yang sangat mendesak demi keselamatan bersama.

Untuk mengantisipasi situasi yang memburuk, BPBD Kota Padang memastikan seluruh personel berikut armada kelengkapan sarana prasarana dalam kondisi siaga penuh selama 24 jam nonstop. “Tetap tenang, batasi aktivitas luar rumah jika tidak mendesak, dan pantau terus perkembangan cuaca dari kanal resmi. Seluruh tim kami bersiap siaga penuh menindaklanjuti setiap laporan warga,” pungkas Hendri. (*)