PADANG PARIAMAN, POLIKATA.COM— Satu per satu masker kain dan medis dipasangkan ke wajah para siswa SDN 04 Enam Lingkung, Rabu (9/9/2026). Di bawah kepungan kabut asap tebal yang menyelimuti wilayah Kabupaten Padang Pariaman dalam beberapa hari terakhir, langkah kecil ini menjadi tameng vital bagi kesehatan anak-anak sekolah.
Merespons memburuknya kualitas udara yang kian mengancam, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman bergerak cepat dengan menggelar aksi pembagian masker gratis secara massal. Aksi tanggap darurat yang dipusatkan di depan SDN 04 Enam Lingkung ini menyasar ribuan pelajar dan pengguna jalan yang melintas.
Langkah tegas Pemkab Padang Pariaman ini berlandaskan data riil lapangan. Hasil pemantauan Shelter Air Quality Monitoring System (AQMS) di Parik Malintang mencatat Lonjakan konsentrasi partikulat halus (PM2,5) yang signifikan. Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di wilayah tersebut kini resmi menembus status Kategori Tidak Sehat.
Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, yang turun langsung dalam sosialisasi tersebut mengimbau seluruh elemen warga untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap ancaman Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
“Kami mengimbau seluruh masyarakat agar selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, terutama bagi pengendara sepeda motor. Selain itu, kami tegaskan, jangan membakar sampah! Pembakaran sekecil apa pun akan memperparah kualitas udara dan berpotensi memicu kebakaran lahan yang lebih luas,” tegas John Kenedy Azis.
Bupati juga memberi peringatan khusus bagi kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki riwayat penyakit pernapasan kronis agar membatasi aktivitas di luar ruangan jika tidak ada urusan mendesak.
Tak sekadar membagikan alat pelindung diri (APD), jajaran Pemkab Padang Pariaman bersama kader TP-PKK dan instansi terkait turut memberikan edukasi intensif dari rumah ke rumah dan sekolah-sekolah. Aksi kolaboratif ini menjadi bukti nyata hadirnya pemerintah daerah di tengah krisis lingkungan demi melindungi keselamatan jiwa warga Padang Pariaman. (*)












