OTOMOTIF, POLIKATA.COM – Ban mobil merupakan salah satu komponen vital yang langsung bersentuhan dengan permukaan jalan. Fungsi utamanya tidak hanya menopang beban kendaraan, tetapi juga menjaga traksi, kestabilan, serta kenyamanan dalam berkendara. Oleh karena itu, perawatan dan ganti ban mobil secara tepat waktu menjadi hal yang tidak bisa diabaikan. Mengabaikan kondisi ban bisa berujung pada risiko besar, termasuk kecelakaan yang dapat dicegah.
Kapan Harus Ganti Ban Mobil?
Tidak semua pengendara mengetahui kapan waktu yang ideal untuk mengganti ban mobil. Secara umum, ban perlu diganti setiap 3 hingga 5 tahun tergantung pemakaian dan kondisi jalan yang sering dilalui. Namun, ada beberapa tanda lain yang bisa menjadi indikator:
- Tapak ban sudah menipis: Ketebalan minimal tapak ban idealnya tidak kurang dari 1,6 mm. Jika lebih tipis, traksi menurun dan risiko tergelincir meningkat.
- Terdapat retakan atau benjolan: Hal ini bisa mengindikasikan struktur ban sudah lemah.
- Ban terasa bergetar saat dikendarai: Bisa jadi karena aus tidak merata atau kerusakan internal pada ban.
- Sering kempis atau bocor: Ban yang sering bermasalah menandakan kondisi kompon sudah tidak layak pakai.
Kadang, hanya karena ban masih terlihat bagus bukan berarti kondisinya masih layak. Dalam banyak kasus, usia ban yang terlalu tua meski jarang dipakai juga tetap berisiko.
Pentingnya Ganti Ban Secara Berkala
Mengganti ban mobil bukan hanya soal perawatan rutin, melainkan bagian dari upaya mencegah bahaya di jalan. Ban yang prima memberikan grip maksimal, terutama saat kondisi hujan atau jalanan licin.
Penting untuk menyadari bahwa perjalanan bukan sekadar sampai tujuan, tetapi juga soal rasa tenang saat melaju. Ban yang baik memberikan rasa aman setiap kali roda berputar, terutama ketika melewati tikungan tajam atau harus melakukan pengereman mendadak.
Bersumber dari salah satu unggahan di Instagram @nasmoco_gombel menyebutkan hal yang cukup mengagetkan tentang risiko menyepelekan kondisi ban. Saat melaju di jalan tol dalam kondisi hujan deras, mobil mendadak kehilangan kendali dan sempat tergelincir. Beruntung, situasi masih bisa dikendalikan dan tidak sampai menimbulkan kecelakaan. Setelah kendaraan menepi dan dilakukan pengecekan, terlihat jelas bahwa kondisi ban sudah sangat gundul dan tidak lagi memiliki alur tapak yang memadai. Sejak kejadian itu, mulai rutin periksa kondisi ban tiap bulan. Kejadian itu menjadi pengingat bahwa kondisi ban yang tampak sepele bisa membawa risiko besar saat diabaikan.
Tips Memilih Ban Mobil yang Tepat
Ketika memutuskan untuk ganti ban mobil, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tidak salah pilih:
- Sesuaikan dengan spesifikasi mobil: Cek buku manual atau rekomendasi pabrikan.
- Perhatikan kode produksi dan usia ban: Hindari ban yang sudah lama tersimpan di gudang.
- Pilih pola tapak sesuai kebutuhan: Untuk daerah hujan tinggi, pilih ban dengan alur drainase yang baik.
- Cek reputasi merek: Gunakan ban dari produsen terpercaya untuk kualitas yang terjamin.
Lebih baik berinvestasi sedikit lebih mahal untuk ban berkualitas, dibandingkan harus menghadapi risiko besar akibat ban yang buruk.