PADANG PARIAMAN, POLIKATA.COM – Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, bergerak cepat meninjau lokasi penyeberangan Sungai Batang Anai di Nagari Anduring, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam, Rabu (6/5/2026). Kunjungan mendadak ini dilakukan menyusul insiden hanyutnya seorang warga lanjut usia (lansia) saat menyeberangi sungai tersebut.
Dalam tinjauan lapangan tersebut, Bupati didampingi Wakil Bupati Rahmat Hidayat, Pj. Sekda Hendra Aswara, Ketua TP PKK Nita Azis, serta jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Bupati John Kenedy menegaskan bahwa keselamatan warga adalah prioritas utama. Ia tidak ingin jalur penyeberangan yang berbahaya ini kembali memakan korban.
“Besok pengerjaan jembatan darurat harus sudah dimulai. Kami minta dukungan penuh dari masyarakat agar pembangunan ini berjalan lancar tanpa hambatan,” tegas John Kenedy di hadapan warga dan perangkat nagari.
Ia menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk segera mengeksekusi pembangunan jembatan darurat sebagai solusi jangka pendek. Hal ini bertujuan agar mobilitas warga yang menghubungkan Kayu Tanam dan Nagari Anduring dapat kembali normal dan aman.
Kepada perangkat nagari, mulai dari wali korong hingga camat, Bupati meminta adanya pengawasan harian yang ketat. “Saya minta laporan perkembangan disampaikan secara rutin. Pengerjaan harus diselesaikan secepat mungkin karena ini kebutuhan mendesak,” tambahnya.
Apresiasi untuk Aksi Heroik Warga
Insiden yang memicu percepatan pembangunan ini menimpa Afrizal Yatim (70). Korban dilaporkan terseret arus saat mencoba menyeberangi sungai hanya dengan berpegangan pada seutas tali. Beruntung, aksi heroik seorang pemuda setempat, Kadri Maiwansyah (25), berhasil menyelamatkan nyawa Afrizal.
“Ambo lansuang tajun ka batang aie untuak manolong Pak Afrizal nan hanyuik dan hampie tabanam (Saya langsung terjun ke sungai untuk menolong Pak Afrizal yang hanyut dan hampir tenggelam),” kenang Kadri saat menceritakan aksi nekatnya.
Sebagai bentuk apresiasi atas keberanian tersebut, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman memberikan penghargaan kepada Kadri. Bupati secara pribadi menyerahkan sebuah telepon seluler sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi kemanusiaan yang ditunjukkan Kadri.
Solusi Sementara Menuju Jembatan Permanen
Sebagai informasi, akses jembatan yang menghubungkan wilayah tersebut sebelumnya runtuh akibat bencana banjir hidrometeorologi pada November 2025 lalu. Sejak saat itu, warga terpaksa menyeberangi sungai dengan fasilitas seadanya yang berisiko tinggi.
Saat ini, proyek pembangunan kembali jembatan permanen telah masuk dalam daftar Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi (R3) pascabencana Provinsi Sumatera Barat. Sembari menunggu realisasi jembatan permanen dari provinsi, jembatan darurat yang dibangun Pemkab ini diharapkan menjadi solusi konkret bagi keamanan aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat setempat. (red)






