BeritaDaerahTanah Datar

Dasawisma Messra 6 Situmbuak Raih Juara I Sumbar di Jambore PKK 2026

×

Dasawisma Messra 6 Situmbuak Raih Juara I Sumbar di Jambore PKK 2026

Sebarkan artikel ini
Dasawisma Messra 6 Situmbuak Raih Juara I Sumbar di Jambore PKK 2026
APRESIASI - Dasawisma Messra 6 Jorong Patar, Nagari Situmbuak, Kecamatan Salimpaung, berhasil meraih Juara I Tingkat Provinsi Sumatera Barat. Penghargaan tersebut diumumkan dalam acara penutupan Jambore Kader PKK Berprestasi Tingkat Provinsi Sumbar 2026 yang berlangsung di Istana Bung Hatta, Kota Bukittinggi, Kamis (3/9/2026) siang, dan resmi ditutup Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy.

BUKITTINGGI, POLIKATA.COM — Prestasi membanggakan kembali diraih Kabupaten Tanah Datar pada Jambore Kader PKK Berprestasi Tingkat Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Tahun 2026. Dasawisma Messra 6 Jorong Patar, Nagari Situmbuak, Kecamatan Salimpaung, berhasil meraih Juara I Tingkat Provinsi Sumatera Barat.

Penghargaan tersebut diumumkan dalam acara penutupan Jambore Kader PKK Berprestasi Tingkat Provinsi Sumbar 2026 yang berlangsung di Istana Bung Hatta, Kota Bukittinggi, Kamis (3/9/2026) siang. Kegiatan secara resmi ditutup Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy.

Tak hanya meraih juara pertama, Ketua Dasawisma Nagari Situmbuak juga dinobatkan sebagai Duta Dasawisma Provinsi Sumatera Barat.

Capaian tersebut menjadi bukti keberhasilan kader PKK Tanah Datar dalam menggerakkan pemberdayaan masyarakat hingga tingkat kelompok dasawisma. Dasawisma Messra 6 dinilai tidak hanya aktif menjalankan berbagai program PKK, tetapi juga konsisten mempertahankan warisan budaya melalui pengembangan Sulaman Kapalo Samek.

Upaya tersebut menunjukkan bahwa pelestarian tradisi lokal dapat berjalan beriringan dengan pengembangan ekonomi kreatif masyarakat di tengah perkembangan zaman.

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Tanah Datar, Ny. Lise Eka Putra, didampingi Staf Ahli TP PKK Ny. Dwinanda Ahmad Fadly, menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi atas keberhasilan Dasawisma Messra 6 Nagari Situmbuak.

Menurutnya, prestasi tersebut merupakan hasil kerja keras, keseriusan, serta konsistensi kader dalam menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat.

“Alhamdulillah, capaian terbaik. Dasawisma Messra 6 Nagari Situmbuak telah memperlihatkan hasil nyata. Kerja serius yang membuahkan hasil dan diakui di Sumatera Barat sebagai yang terbaik. Namun, kita jangan berpuas diri sampai di situ, tetapi terus berkarya dan berinovasi untuk Tanah Datar makin jaya,” ujar Lise.

Baca Juga  Amankan 17 Ribu Hektare Lahan, Bupati Agam Komitmen Jaga Ketahanan Pangan Sumbar

Selain prestasi Dasawisma Messra 6, sejumlah capaian lain juga berhasil ditorehkan kader PKK Tanah Datar pada ajang tersebut.

Gerakan PKK Nagari Paninjauan, meski belum meraih juara pertama, berhasil mendapatkan Harapan II Lomba PAAREDI Pokja II serta Juara III Lomba PHBS Plus Pokja IV.

Lise mengatakan, capaian tersebut harus menjadi motivasi untuk terus melakukan pembenahan terhadap gerakan PKK di seluruh nagari di Tanah Datar.

“Untuk itu, kita harus terus membenahi gerakan PKK, tidak hanya di Nagari Paninjauan, tetapi di setiap nagari di Tanah Datar. Tidak semata-mata untuk lomba, namun secara kontinu kita benahi,” katanya.

Sementara itu, pada kategori Jambore Kader Berprestasi, kontingen Tanah Datar berhasil meraih Juara I Penyuluhan Cakep Galeri Pelangi Pokja II dan Harapan I Bermain Peran.

Meski belum berhasil meraih prestasi pada sejumlah cabang lain, seperti Defile, Paduan Suara dan Solo Song, Cerdas Cermat, Sosialisasi dan Kampanye Pemilahan Sampah serta Penyuluhan Kesehatan, Lise menilai seluruh kontingen telah memberikan penampilan maksimal.

“Walau lomba Defile, Paduan Suara dan Solo Song, Cerdas Cermat, Sosialisasi dan Kampanye Pemilahan Sampah serta Penyuluhan Kesehatan belum berhasil, tetapi buat saya kontingen Tanah Datar sudah memberikan penampilan yang maksimal dan terbaik,” ujarnya.

Kader Harus Hadir untuk Masyarakat

Sebelumnya, Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Barat Ny. Harneli Mahyeldi dalam sambutan penutupan menegaskan pentingnya keberadaan kader PKK di tengah masyarakat.

Menurutnya, masyarakat tidak membutuhkan kader yang hanya hadir ketika kegiatan berlangsung, melainkan kader yang benar-benar hadir ketika dibutuhkan dan mampu menggerakkan masyarakat.

Baca Juga  BPS Padang Panjang Perkuat Akurasi Data dan Mutu Layanan Publik

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader PKK, TP PKK kabupaten/kota, organisasi perangkat daerah (OPD), panitia, dewan juri, narasumber, mitra kerja, serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Jambore Kader PKK Berprestasi Tingkat Provinsi Sumbar 2026.

“Kehadiran ibu-ibu bagi Umi adalah sebuah kemenangan. Kita boleh berpisah tempat dan kembali ke daerah masing-masing, tetapi tidak boleh berpisah semangat dan hati. Kita tetap berada dalam satu keluarga besar, keluarga besar PKK Sumatera Barat,” katanya.

Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy juga menegaskan bahwa PKK memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah. Menurutnya, pemerintah daerah tidak mungkin bekerja sendiri tanpa dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk kader PKK.

“Kalau kita bicara PKK, tentu kita harus mengakui bahwa tanpa PKK akan ada ruang-ruang pembangunan di Sumatera Barat yang kosong. Karena kepala daerah tidak mungkin bekerja sendiri,” ujarnya.

Ia menilai peran perempuan, khususnya kader PKK, sangat besar dalam mendukung pembangunan, baik di lingkungan keluarga, masyarakat maupun pemerintahan.

PKK, kata Vasko, bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian penting dalam menggerakkan dan memberdayakan masyarakat.

Ia berharap kekompakan para Ketua TP PKK se-Sumatera Barat terus dipertahankan. Kebersamaan dan sinergi tersebut dinilai penting agar gerakan PKK semakin mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Penutupan Jambore Kader PKK Berprestasi Tingkat Provinsi Sumbar 2026 sekaligus menjadi momentum bagi seluruh kader untuk kembali ke daerah masing-masing dengan membawa semangat baru dalam memperkuat pemberdayaan keluarga dan masyarakat. (*)