PADANG, POLIKATA.COM— Kebijakan tegas Pemerintah Kota Padang yang tertuang dalam Surat Imbauan Wali Kota selama bulan Ramadhan tampaknya belum sepenuhnya dipatuhi. Meski sudah berkali-kali dilakukan penertiban dan diberi teguran, namun masih ada juga pemilik usaha hiburan malam, kafe dan karaoke yang bandel.
Selasa (3/3/2026) malam, saat petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melaksanakan penertiban masih didapati sejumlah tempat usaha karaoke dan hiburan malam beroperasi di kawasan kecamatan Lubeg.
Kepala Satpol PP Kota Padang Chandra Eka Putra, mengatakan penertiban tersebut dilakukan setelah petugas mendapati laporan adanya pelaku usaha yang menyetel sound system dengan volume tinggi sehingga mengganggu ketenteraman dan ketertiban umum (trantibum). Pelaku usaha juga jelas-jelas tidak mengikuti edaran Pemerintah Kota Padang terkait ketentuan operasional dan imbauan untuk menghormati bulan suci Ramadhan.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penegakan peraturan daerah sekaligus tindak lanjut atas laporan dan keluhan masyarakat yang merasa terganggu dengan aktivitas hiburan yang tidak sesuai dengan ketentuan selama bulan Ramadhan. Dalam pelaksanaannya, petugas memberikan teguran langsung kepada pengelola usaha serta melakukan tindakan tegas terhadap pelanggaran yang ditemukan di lapangan,” ungkap Chandra, Rabu (4/3/2026).
Sebagai bentuk penegakan hukum, petugas mengamankan berupa alat sound system yang digunakan sebagai barang bukti. Selanjutnya, barang bukti tersebut diserahkan kepada Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) untuk diproses lebih lanjut sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Kami mengimbau kepada seluruh pelaku usaha hiburan, khususnya karaoke, agar mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan Pemerintah Daerah. Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah dan harus kita hormati bersama. Satpol PP akan bertindak tegas terhadap setiap pelanggaran yang berpotensi mengganggu ketenteraman dan ketertiban umum,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, Satpol PP berharap terciptanya suasana yang aman, tertib, dan kondusif, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah di bulan Ramadhan dengan khusyuk dan nyaman. (red)





