BeritaHeadlinePolitik

Ribuan Pelayat Antar Jenazah 165 Syuhada Korban Pengeboman Israel di Sekolah Putri Minab, Iran

1
×

Ribuan Pelayat Antar Jenazah 165 Syuhada Korban Pengeboman Israel di Sekolah Putri Minab, Iran

Sebarkan artikel ini
PENGANTARAN JENAZAH- Ribuan pelayat memenuhi jalan-jalan Kota Minab, sebuah kota di Iran selatan, pada Selasa (3/3/2026), mengantarkan korban serangan udara Israel di Sekolah Dasar perempuan akhir pekan lalu. Serangan tersebut merupakan salah satu serangan paling mematikan dalam kampanye Amerika-Israel melawan Iran.

POLIKATA.COM- Ribuan pelayat memenuhi jalan-jalan kota Minab, sebuah kota di Iran selatan, pada Selasa mengantarkan korban serangan udara Israel di sekolah dasar perempuan Sabtu lalu. Serangan tersebut merupakan salah satu serangan paling mematikan dalam kampanye Amerika-Israel melawan Iran.

Pengeboman sekolah tersebut menewaskan sedikitnya 165 orang, banyak dari mereka adalah siswa yang bersekolah di sekolah putri Shajarah Tayyebeh, di kota Minab, menurut pejabat kesehatan setempat dan media pemerintah Iran.

Dilansi republika, beberapa video dan gambar menunjukkan setidaknya setengah dari bangunan dua lantai itu hancur akibat ledakan tersebut. Lebih dari 700 orang telah meninggal di Iran selepas Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan pembuka terhadap Iran Sabtu lalu.

Serangan itu juga menewaskan pemimpin tertinggi negara tersebut, Ayatollah Ali Khamenei. Iran kemudian membalas dengan gelombang serangan roket dan drone balasan terhadap berbagai negara di wilayah tersebut.

Sebelum pemakaman di Minab pada Selasa (3/3/2026), para pekerja menggali deretan kuburan di pemakaman sekitar delapan kilometer dari sekolah dasar. Video yang beredar menunjukkan arak-arakan pelayat mengerumuni truk yang memuat peti mati.

Beberapa orang meratap dalam kesedihan sementara yang lain menghujani peti mati dengan permen dan kelopak mawar. Foto udara menunjukkan para pelayat berada di pemakaman saat peti mati diturunkan ke dalam kuburan.

Baca Juga  Jelang Ramadhan Harga Komoditas Pokok Turun di Pasar Padang Panjang, Cabai Merah Naik

Sekolah putri itu terletak di sebelah pangkalan angkatan laut milik kekuatan militer paling kuat di Iran, Korps Garda Revolusi Islam. Gedung sekolah tersebut pernah menjadi bagian dari situs militer. Namun pada tahun 2016, gedung tersebut telah ditutup tembok dan tidak lagi terhubung dengan pangkalan.

Baik pemerintah Israel maupun AS belum secara langsung menangani serangan terhadap sekolah tersebut. Namun Komando Pusat AS mengatakan pada hari Sabtu bahwa mereka “mengetahui laporan mengenai kerugian sipil” dan “menyelidikinya.”

Serangan terhadap Shajarah Tayyebeh adalah satu dari dua serangan yang mengenai terjadi di sekolah-sekolah pada Sabtu. Serangan lain terjadi di Sekolah Menengah Hedayat di ibu kota Iran, Teheran, dekat Lapangan 72 di distrik Narmak, kata media lokal dan kelompok hak asasi manusia. Dua siswa syahid dalam serangan itu, menurut Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia yang berbasis di AS, yang berfokus pada Iran.

Menyerang sekolah, rumah sakit, atau bangunan sipil lainnya dengan sengaja merupakan kejahatan perang, dan serangan tanpa pandang bulu juga melanggar hukum internasional. Sekalipun sekolah digunakan untuk tujuan militer, undang-undang mewajibkan pihak bersenjata untuk menghindari atau meminimalkan dampak buruk terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil, menurut Komite Internasional Palang Merah.

Baca Juga  Kondisi Timteng Memanas: Pemerintah Imbau Jamaah Umrah Tunda Keberangkatan ke Tanah Suci

Analisis Investigasi Digital Aljazirah

FOTO KENANGAN- Sejumlah keluarga membawa foto putri putri mereka yang menjadi korban pengeboman di Sekolah Dasar Putri, di Kota Minab, saat prosesi pemakaman dilakukan Selasa (3/3/2026).

Sementara itu, analisis yang dilakukan unit investigasi digital Aljazirah terhadap citra satelit yang dikumpulkan selama lebih dari satu dekade, serta klip video terbaru, laporan berita yang dipublikasikan, dan pernyataan dari sumber resmi Iran, menyimpulkan bahwa serangan ke sekolah di Minab tersebut disengaja.

Temuan mengungkapkan bahwa sekolah tersebut jelas-jelas terpisah dari lokasi militer di dekatnya selama setidaknya 10 tahun. Investigasi juga menunjukkan bahwa pola serangan tersebut menimbulkan pertanyaan mendasar mengenai keakuratan informasi intelijen yang menjadi dasar pemboman tersebut.

Minab terletak di Hormozgan di tenggara Iran, sebuah provinsi yang memiliki kepentingan militer yang sangat besar karena menghadap langsung Selat Hormuz dan perairan Teluk, menjadikannya pusat utama operasi pasukan angkatan laut Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), NEDSA.

Pemantau Hak Asasi Manusia Euro-Med menyebut pemboman sekolah tersebut sebagai “kejahatan mengerikan dan konsolidasi dari runtuhnya perlindungan sipil”.

Mereka menekankan dalam sebuah pernyataan bahwa kehadiran fasilitas atau pangkalan militer di dekatnya tidak mengubah status sipil sekolah tersebut, dan tidak membebaskan pasukan AS dan Israel dari kewajiban hukum mereka untuk secara hati-hati memverifikasi target sebelum menyerang. (red)