PESSEL, POLIKATA.COM— Korban bencana hidrometeorologi Siklon Senyar di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) menerima bantuan perbaikan rumah rusak tahap II dari pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK). Penyerahan bantuan dilakukan Selasa (3/3/2026), di Kabupaten Bireuen, Aceh.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Menko PMK Pratikno. Sementara Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian dan Kepala BNPB Suharyanto mengikuti secara daring. Turut hadir Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah serta para bupati dari 16 daerah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Dari Sumatera Barat, hanya dua kabupaten yang menerima bantuan tahap II, yakni Pesisir Selatan dan Tanah Datar. Kabupaten Pesisir Selatan diwakili Wakil Bupati Dr. Risnaldi, Ketua DPRD Darmansyah, para Kepala OPD, camat, serta masyarakat penerima bantuan.
Bupati Bireuen H. Mukhlis dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kabupaten Bireuen yang dijuluki Kota Santri menjadikan setiap tantangan sebagai momentum untuk bangkit dan menjadi lebih kuat.
Untuk Kabupaten Pesisir Selatan, bantuan yang diserahkan terdiri atas 46 unit rumah kategori rusak ringan masing-masing Rp15 juta dengan total Rp675 juta, serta 58 unit rumah rusak sedang masing-masing Rp30 juta dengan total Rp1,740 miliar. Secara keseluruhan nilai bantuan yang diterima mencapai Rp2,415 miliar.
“Total ada 104 unit rumah yang menerima bantuan tahap II ini. Untuk Pessel kita mendapat bantuan dengan total jumlah Rp2,415 miliar,” kata Wabup Pessel Risnaldi.
Bantuan paket perbaikan rumah tersebut secara simbolis diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Dr. Risnaldi kepada para penerima, disaksikan Ketua DPRD dan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Pesisir Selatan.
Wakil Bupati Risnaldi menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas perhatian dan dukungan terhadap masyarakat Pesisir Selatan yang terdampak bencana. Ia berharap bantuan tersebut dapat mempercepat pemulihan hunian warga sehingga aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat kembali berjalan normal.
Kegiatan ini menjadi wujud sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi bencana hidrometeorologi di masa mendatang.
Direktur Rehabilitasi dan Rekontruksi Infrastruktur BNPB dalam sambutanya menyebutkan bahwa BNPB akan membangun huntap. “Bisa melalui skema mandiri maupun melalui lahan milik Pemda,” ujarnya. (red)





