BeritaHeadlinePolitik

Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Wafat, JK: Kita Sangat Bersedih

9
×

Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Wafat, JK: Kita Sangat Bersedih

Sebarkan artikel ini
WAFAT— Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), menyampaikan duka cita atas meninggalnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Diketahui, Khamenei tewas usai serangan Israel dan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026) pagi.

JAKARTA, POLIKATA.COM— Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), menyampaikan duka cita atas meninggalnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Diketahui, Khamenei tewas usai serangan Israel dan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026) pagi.

“Kita tentu sangat bersedih bahwa pemimpin Iran, Ali Khamenei, wafat,” ujar JK saat ditemui di kediamannya, Jalan Brawijaya Raya, Pulo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (1/3/2026).

JK menilai dinamika politik di Iran selama ini tidak sepenuhnya solid. Ia menyebut terdapat setidaknya tiga kelompok besar di dalam negeri.

Pertama, kelompok yang mendukung pemerintah. Kedua, kelompok yang mendorong perubahan atau reformasi, yang dalam beberapa bulan terakhir terlibat dalam berbagai demonstrasi. Ketiga, kelompok monarki lama yang terkait dengan dinasti Pahlavi.

“Namun demikian, dengan membunuh pimpinan Ali Khamenei itu juga suatu hal yang sangat kita sayangkan gitu kan. Dan kita bersedih dan berduka karena hal tersebut,” jelas dia.

Baca Juga  Pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap I Masih Dibuka Hingga 23 Februari

JK juga menyoroti peran Indonesia dalam merespons konflik tersebut. Ia mengatakan, sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim dan sebagai anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Indonesia perlu menyerukan penghentian konflik.

“Dan Indonesia tentu sebagai negara yang mayoritas Islam, apalagi di PBB ini tentu berupaya bagaimana kita, setidak-tidaknya menyerukan, mendoakan agar berhenti segera situasi ini,” kata JK.

Ia berharap semua pihak dapat menahan diri agar eskalasi konflik tidak semakin meluas dan menimbulkan korban lebih banyak.

Diberitakan sebelumnya, Israel menyerang Teheran, Iran, pada Sabtu (28/2/2026) pagi. Setelah serangan itu, Israel menutup wilayah udaranya dan menetapkan keadaan darurat. Dikutip dari The Guardian, Israel menutup wilayah udara untuk mengantisipasi kemungkinan serangan balasan Iran dengan drone dan rudal.

Baca Juga  Dosen HI Unand: Konflik Iran dan AS–Israel Picu Ketegangan Politik dan Ekonomi Global

Juru bicara militer Israel menyatakan, serangan tersebut merupakan langkah pendahuluan untuk menghilangkan ancaman terhadap negaranya. Sementara itu, kantor berita Agence France-Presse melaporkan adanya dua ledakan yang terdengar di Teheran.

Laporan Associated Press menyebutkan, serangan terjadi di dekat kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Amerika Serikat (AS) disebut turut terlibat dalam serangan tersebut.

Informasi itu disampaikan oleh sejumlah pejabat AS dan sumber lain yang mengetahui operasi tersebut.

Serangan itu terjadi saat AS mengerahkan armada besar jet tempur dan kapal perang ke kawasan tersebut untuk menekan Iran agar mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya.

Kini, kantor berita Tasnim dan Fars mengonfirmasi kematian Ayatollah Ali Khamenei. Namun, tidak ada detail seputar kematiannya yang diumumkan. Menyusul kematian Khamenei, Iran mendeklarasikan 40 hari masa berkabung dan tujuh hari hari libur nasional. (*)