PARIAMAN, POLIKATA.COM — Kebakaran hebat menghanguskan 10 unit rumah petak di Kelurahan Jawi-Jawi I, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman, pada Minggu (7/6/2026). Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 14.50 WIB tersebut memaksa 7 Kepala Keluarga (KK) atau sebanyak 21 jiwa kehilangan tempat tinggal dalam sekejap.
Selain menghanguskan bangunan, amukan si jago merah juga melahap tiga unit sepeda motor dan sejumlah uang tunai milik warga yang tidak sempat diselamatkan.
Merespons musibah ini, Wali Kota Pariaman Yota Balad langsung bergerak cepat meninjau lokasi bencana pada hari yang sama.
Turut mendampingi di lapangan Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi, Sekdako Afrizal Azhar, serta Ketua TP-PKK Kota Pariaman Ny. Yosneli Balad untuk melihat langsung kondisi korban dan memastikan penanganan darurat berjalan optimal.
Di hadapan para korban, Yota Balad menyampaikan rasa prihatin dan duka cita yang mendalam atas ujian berat yang menimpa warganya.
“Kami turut berduka atas musibah ini. Semoga keluarga yang tertimpa musibah diberikan ketabahan, kesabaran, dan digantikan dengan rezeki yang berlimpah. Pemerintah Kota Pariaman akan terus hadir dan berupaya membantu kebutuhan warga terdampak selama masa tanggap darurat,” tegas Yota Balad di lokasi kebakaran.
Guna mengantisipasi dampak lanjutan, Pemerintah Kota Pariaman melalui instansi teknis terkait langsung mendirikan tenda darurat di sekitar lokasi. Langkah taktis ini diambil agar warga yang kehilangan tempat tinggal segera mendapatkan tempat bernaung yang layak.
Selain posko pengungsian, pemerintah daerah juga telah menyalurkan bantuan logistik darurat, termasuk makanan siap saji dan pemenuhan kebutuhan dasar lainnya bagi 21 jiwa yang terdampak.
Upaya penjinakan api berhasil dilakukan berkat soliditas tim gabungan di lapangan. Wali Kota memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi seluruh petugas yang bergerak taktis sehingga kebakaran tidak meluas ke pemukiman lain.
Kobaran api berhasil dikendalikan oleh sinergi dari Pemadam Kebakaran Kota Pariaman, Damkar Kabupaten Padang Pariaman, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri dan warga setempat.
Aparat berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab utama munculnya api serta menghitung total kerugian materiil yang dialami warga. (red)












