BeritaDaerahDharmasraya

Dharmasraya Perang Lawan Stunting: Ibu Hamil Miskin Ekstrem Diguyur Bantuan Rp3 Juta

×

Dharmasraya Perang Lawan Stunting: Ibu Hamil Miskin Ekstrem Diguyur Bantuan Rp3 Juta

Sebarkan artikel ini
REALISASIKAN JANJI— Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani merealisasikan janji politik dalam memerangi stunting dengan meluncurkan program Bantuan Permakanan Ibu Hamil Tahun 2026, di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Kecamatan Pulau Punjung, Sungai Dareh, Selasa (12/5/2026).

​DHARMASRAYA, POLIKATA.COM—Komitmen pasangan pemimpin perempuan Kabupaten Dharmasraya, Bupati Annisa Suci Ramadhani dan Wakil Bupati Leli Arni, dalam memerangi stunting bukan sekadar janji di atas kertas. Selasa (12/5/2026), janji politik tersebut mewujud menjadi harapan nyata bagi ratusan ibu hamil di Bumi Mekar Ranah Minang.

Bertempat di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Kecamatan Pulau Punjung, Sungai Dareh, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya resmi meluncurkan program Bantuan Permakanan Ibu Hamil Tahun 2026. Penyerahan bantuan tahap pertama ini menyasar 141 ibu hamil yang masuk dalam kategori desil 1 dan 2 (masyarakat miskin ekstrem) di Kecamatan Pulau Punjung dan Sitiung.

Bupati Dharmasraya yang diwakili oleh Kepala Dinas Sosial P3APPKB, Martin Efendi, menegaskan bahwa setiap ibu hamil dalam program ini akan mendapatkan sokongan nutrisi senilai total Rp3 juta. Bantuan ini diberikan secara berkelanjutan setiap bulan selama masa kehamilan hingga enam bulan masa menyusui.

“Gizi seimbang adalah fondasi utama. Kami ingin memastikan tidak ada calon bayi di Dharmasraya yang kekurangan nutrisi sejak dalam kandungan. Ini adalah langkah konkret kita menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Martin Efendi saat membacakan sambutan Bupati di hadapan para ibu hamil.

Baca Juga  Bupati Annisa Tinjau Jembatan Batang Mimpi Sikabau, Akses Utama Sawit Dharmasraya Kini Lebih Kokoh

Paket bantuan yang diberikan tidak sembarangan. Berdasarkan rekomendasi ahli gizi, setiap bulannya para ibu akan menerima susu khusus ibu hamil, telur, kacang hijau, minyak goreng, hingga sari roti. Penyaluran dijadwalkan secara rutin setiap minggu kedua tiap bulan.

Pengawalan Ketat dan Tepat Sasaran

Yang membedakan program ini adalah sistem pemantauannya yang berlapis. Data penerima tidak statis, melainkan bersumber dari Puskesmas dan diperbarui setiap bulan agar tetap tepat sasaran.

Tak hanya menerima bantuan fisik, para ibu ini juga akan menjadi “prioritas pantauan” di Posyandu setiap bulan. Kondisi kesehatan ibu dan perkembangan janin akan dimonitor secara ketat untuk memastikan intervensi gizi ini benar-benar berdampak pada pencegahan stunting.

Baca Juga  Bupati Dharmasraya Perintahkan OPD Percepat Pencairan THR dan TPP

“Data akan terus kami update. Kami ingin program ini benar-benar menyentuh mereka yang membutuhkan dan diawasi hingga anak tersebut lahir dan melewati masa menyusui,” tambah Martin.

Sinergi Lintas Sektor

Peluncuran program ini juga dihadiri oleh Camat Pulau Punjung Erik Harja, Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Hj. Radianti, dan Ketua Baznas Dharmasraya Z. Lubis. Kehadiran berbagai elemen ini menunjukkan sinergi kuat di bawah kepemimpinan Annisa–Leli dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Bagi para ibu penerima manfaat, bantuan ini lebih dari sekadar paket makanan; ini adalah bentuk kehadiran negara di tengah perjuangan mereka melahirkan generasi penerus. Dengan dimulainya penyaluran di Pulau Punjung dan Sitiung, program ini direncanakan akan segera menyisir seluruh kecamatan di Dharmasraya secara bertahap.

Di bawah kendali duet Annisa-Leli, Dharmasraya kini tengah meletakkan batu pertama bagi pembangunan manusia: memastikan setiap detak jantung di dalam rahim mendapatkan hak gizi yang layak. (red)