DHARMASRAYA, POLIKATA.COM – Pemerintah Kabupaten Dharmasraya bersama Baznas bergerak cepat menyalurkan bantuan darurat bagi tiga kepala keluarga korban kebakaran di Simpang Pogang, Nagari IV Koto Pulau Punjung, Rabu (6/5/2026). Namun duka mendalam menyelimuti peristiwa itu setelah salah satu korban, Dahlia Agus Safitri (33), meninggal dunia saat menjalani perawatan intensif.
Bantuan disalurkan sehari setelah kejadian oleh Dinas Sosial P3APPKB, Dinas Kesehatan, Baznas Dharmasraya, Camat Pulau Punjung, dan Pemerintah Nagari IV Koto Pulau Punjung. Paket bantuan yang diserahkan meliputi enam kasur, sembilan selimut, tiga paket peralatan dapur, 22 paket makanan siap saji, 37 paket lauk pauk, enam lembar terpal, 15 dus air mineral, 30 kg beras, tiga kg minyak goreng, tiga dus mi instan, enam kaleng sarden, tiga kg gula pasir, dan tiga karpet telur.
Selain logistik, Baznas Dharmasraya juga menyerahkan santunan tunai Rp5 juta kepada keluarga korban. Santunan diserahkan langsung Komisioner Baznas Dharmasraya Ardios Monti Malano kepada suami korban, Maidil Risko (40), disaksikan Camat Pulau Punjung Erik Harja dan Wali Nagari IV Koto Pulau Punjung David Iskan.
“Kami bersama Dinas Kesehatan langsung membesuk korban di RSUD Sungai Dareh malam itu. Keesokan harinya kami bersama Baznas, camat, dan wali nagari turun ke lokasi kebakaran membawa bantuan darurat bagi keluarga terdampak,” ujar Kepala Dinas Sosial P3APPKB Dharmasraya, Martin Effendi.
Kepala Dinas Kesehatan Dharmasraya, Yosta Defina, memastikan pendampingan akan terus dilakukan. “Sesuai perintah Ibu Bupati, kami akan terus berkoordinasi bersama seluruh pihak untuk memastikan kebutuhan keluarga terdampak dapat terpenuhi,” katanya
Naluri Ibu yang Merenggut Nyawa
Duka semakin mendalam setelah Dahlia Agus Safitri mengembuskan napas terakhir pada Kamis (7/5/2026) saat dirawat intensif di RSUD Sungai Dareh.
Menurut Wali Nagari IV Koto Pulau Punjung, David Iskan, Dahlia mengalami luka bakar parah setelah nekat masuk kembali ke rumah yang terbakar untuk menyelamatkan anaknya. Padahal, anak korban sudah berhasil dievakuasi petugas dan warga.
“Sebetulnya korban bisa saja selamat andai tidak masuk lagi ke dalam rumah. Namun karena naluri seorang ibu ingin menyelamatkan anaknya, beliau nekat masuk ke kobaran api,” ungkap David.
Nahas, di dalam rumah korban tertimpa balok kayu yang terbakar sehingga mengalami luka serius di sebagian besar tubuhnya. David menyebut tim Damkar tiba cukup cepat, sekitar 10-15 menit setelah kejadian, sehingga rumah tidak hangus seluruhnya.
Korban dilarikan ke IGD RSUD Sungai Dareh pada Rabu (6/5/2026) pukul 10.10 WIB dengan luka bakar derajat dua seluas 63 persen di wajah, dada, punggung, dan kedua kaki.
Kepala RSUD Sungai Dareh dr. Fitra Neza, mengatakan pihak rumah sakit telah memberikan pelayanan maksimal sejak korban tiba. “Atas perintah Ibu Bupati, kami sudah memberikan pelayanan terbaik kepada pasien sejak awal masuk rumah sakit hingga dilakukan tindakan operasi dan perawatan intensif,” ujarnya.
Dahlia menjalani operasi pada Kamis pagi pukul 09.30-12.00 WIB dan sempat stabil. Namun setelah dipindahkan ke ruang rawat inap, kondisinya tiba-tiba menurun. Pukul 13.25 WIB korban mengalami sesak napas dan penurunan kesadaran. Tim medis memberikan Bantuan Hidup Dasar lima siklus, namun nyawa korban tidak tertolong.
Almarhumah meninggalkan suami dan dua anak. Satu dari dua anaknya juga menjadi korban kebakaran dan saat ini masih dirawat intensif di RSUD Sungai Dareh.
Pemkab Dharmasraya menegaskan akan terus mendampingi keluarga korban hingga masa pemulihan, baik dari sisi kesehatan, psikososial, maupun kebutuhan dasar.












