KAMPAR, POLIKATA.COM – Gema peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Kota Pariaman tahun 2026 dipastikan akan berlangsung religius dan meriah. Ulama kondang tanah air, Datuk Seri Ulama Setia Negara, Tuan Guru Prof. Abdul Somad (UAS), dijadwalkan hadir untuk memberikan tausyiah dalam acara Tabligh Akbar yang menjadi puncak rangkaian perayaan tersebut.
Kepastian ini didapat setelah Wali Kota Pariaman, Yota Balad, menemui langsung UAS di kediamannya, Rumah Omak, Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau, pada Kamis (7/5/2026). Kedatangan orang nomor satu di Pariaman ini bertujuan untuk menyampaikan undangan resmi sekaligus memperkuat sinergi antara ulama dan pemerintah.
“Kami ingin momentum pertambahan usia Kota Pariaman tidak hanya dirayakan dengan kemeriahan fisik, tetapi juga dengan siraman rohani untuk memperkuat iman dan ukhuwah Islamiyah warga,” ujar Yota Balad dalam keterangannya.
Selain mengundang UAS, pertemuan tersebut juga menjadi ajang diskusi strategis terkait program unggulan Pemerintah Kota Pariaman, yakni Pariaman Risalah. Yota mengaku mendapatkan banyak masukan dan ide segar dari UAS agar program tersebut dapat menyentuh masyarakat lebih luas.
“Kegiatan ini diharapkan menjadi magnet wisata religi sekaligus mempertegas identitas Pariaman sebagai kota yang agamis dan berbudaya. Kami segera mematangkan persiapan logistik dan pengamanan karena antusiasme warga diprediksi akan sangat tinggi,” tambah Wali Kota.
Apresiasi dari Tuan Guru
Di sisi lain, UAS menyambut hangat kunjungan tersebut. Ia memuji komitmen Pemko Pariaman yang tetap mengedepankan nilai-nilai religius di tengah pembangunan daerah yang kian pesat sejak menjadi kota otonom pada tahun 2002 silam.
“Insya Allah, kita akan hadir di sana. Kami juga berencana melakukan launching Pariaman Risalah. Ini program yang sangat baik dan patut menjadi contoh bagi daerah lain,” ungkap UAS.
UAS juga memberikan doa khusus bagi Kota Pariaman yang kini memasuki usia “pemuda” yang energik. Ia berharap di bawah kepemimpinan Yota Balad, ekonomi Pariaman bangkit melalui pariwisata yang berkah dengan tetap memegang teguh filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.
Kehadiran UAS di Kota Tabuik nanti diprediksi tidak hanya menarik jamaah lokal, tetapi juga wisatawan dari berbagai daerah di Sumatera Barat yang rindu akan tausyiah segar dari sang profesor. (red)












