BeritaHeadlinePadang

Tragedi di Pantai Ujung Karang Padang: Bermain Bersama Teman, 2 Siswa SD 06 Lapai Hilang Ditelan Ombak

×

Tragedi di Pantai Ujung Karang Padang: Bermain Bersama Teman, 2 Siswa SD 06 Lapai Hilang Ditelan Ombak

Sebarkan artikel ini
PENCARIAN DIHENTIKAN- Tim SAR Gabungan memutuskan untuk menghentikan sementara operasi pencarian terhadap Rasyid (8) dan Zafran (9) pada Minggu (19/4/2026) petang. Setelah melakukan penyisiran intensif selama seharian penuh di perairan Pantai Ulak Karang, keberadaan kedua bocah siswa SDN 06 Kampung Lapai yang terseret arus sejak Sabtu tersebut masih belum ditemukan dan pencarian akan dilanjutkan kembali pada Senin (20/4/2026) pagi.

PADANG, POLIKATA.COM – Insiden memilukan terjadi di kawasan Pantai Ujung Karang, tepatnya di belakang Kampus Proklamator I Universitas Bung Hatta, Kelurahan Ulak Karang Utara, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Sabtu (18/4/2026) siang. Dua anak dilaporkan hilang terseret ombak saat sedang berenang.

Peristiwa tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 12.40 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat enam orang anak bermain dan berenang di lokasi tersebut. Nahas, saat ombak mulai menguat dan kondisi air mengeruh, empat anak berhasil menyelamatkan diri ke tepi pantai, sementara dua lainnya hilang ditelan arus.

Identitas kedua korban yang hilang adalah, Rasyid (8), siswa SD Negeri 06 Lapai dan Zafran Al Malik Akbar (9), siswa SD Negeri 06 Lapai.

Baca Juga  Perkuat Status PTNBH, Unand Serap 'Resep Rahasia' Tata Kelola dari ITB

Keduanya diketahui merupakan warga Kelurahan Gunung Pangilun, Kecamatan Padang Utara.

Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan yang terdiri atas Kantor SAR Padang, BPBD Kota Padang, TNI, Polri, serta nelayan setempat masih terus melakukan upaya pencarian secara intensif.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Padang Hendri Zulviton, menyatakan bahwa operasi pencarian difokuskan di sekitar titik koordinat hilangnya korban dengan membagi tim menjadi beberapa sektor.

“Kami telah mengerahkan personel dan peralatan pendukung seperti perahu karet untuk menyisir area perairan. Kendala utama di lapangan saat ini adalah kondisi ombak yang cukup kuat dan air yang keruh, sehingga jarak pandang di bawah air sangat terbatas,” jelas Hendri, Sabtu (18/4/2026).

Baca Juga  Pasar Pabukoan Dipindahkan ke Eks Bioskop Karya Payakumbuh, Zulmaeta: Pastikan Pelaku UMKM Dapat Ruang untuk Jualan 

BPBD Kota Padang juga mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengawasi anak-anak saat beraktivitas di sepanjang garis pantai guna menghindari kejadian serupa, terutama saat kondisi cuaca dan gelombang tidak bersahabat.

Pihak keluarga dan warga sekitar tampak berkumpul di lokasi kejadian, berharap kedua korban dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat. (red)