JAKARTA, POLIKATA.COM- Pgs. Asst. Deputy Communication and Legal Bandara Internasional Soekarno-Hatta Aziz Fahmi Harahap, mengatakan operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta tetap berjalan aman, tertib, dan kondusif, meski sejumlah rute terpaksa dibatalkan.
Aziz menyampaikan penyesuaian jadwal yang terjadi merupakan tindak lanjut atas perkembangan situasi operasional pada rute Timur Tengah.
Aziz mencatat sebanyak 39 penerbangan rute Timur Tengah yang terjadwal pada Minggu (1/3/2026), terdiri atas 20 penerbangan kedatangan (arrival) dan 19 penerbangan keberangkatan (departure), dengan rincian 38 penerbangan reguler dan 1 penerbangan charter.
Aziz memerinci rute meliputi Abu Dhabi (AUH) sebanyak 3 penerbangan, Doha (DOH) 8 penerbangan, Dubai (DXB) 4 penerbangan, Istanbul (IST) 2 penerbangan, Jeddah (JED) 17 penerbangan, serta Madinah (MED) 3 penerbangan.
“Sampai pembaruan terakhir, tercatat 17 penerbangan yang terkonfirmasi cancelled,” ujar Aziz dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (1/3/2026).
Aziz menjelaskan 17 penerbangan tersebut meliputi rute Abu Dhabi (AUH): Etihad Airways EY474 (Arrival), Etihad Airways EY472, Etihad Airways EY473 (Departure); Rute Doha (DOH): Qatar Airways QR958 (Arrival), Garuda Indonesia GA901 (Arrival), Qatar Airways QR956 (Arrival), Qatar Airways QR955 (Departure), Qatar Airways QR959 (Departure), Qatar Airways QR957 (Departure).
Kemudian rute Dubai (DXB): Emirates EK356 (Arrival), Emirates EK358 (Arrival), Emirates EK359 (Departure), Emirates EK357 (Departure); rute Jeddah (JED): Saudia Airlines SV822 (Arrival), Saudia Airlines SV823 (Departure); rute Madinah (MED): Saudia Airlines SV820 (Arrival) dan Saudia Airlines SV821 (Departure).
“Sementara itu, hingga saat ini tercatat satu penerbangan telah berangkat, yaitu Saudia Airlines SV827 menuju Jeddah, serta tiga penerbangan telah mendarat, yaitu Lion Air JT115 dari Jeddah, Saudia Airlines SV816 dari Jeddah, dan Garuda Indonesia GA969 dari Madinah,” ucap Aziz.
Aziz menyampaikan penanganan terhadap penumpang terdampak dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku melalui koordinasi intensif bersama sejumlah instansi terkait, khususnya dengan maskapai penerbangan untuk pembaruan jadwal.
Kemudian penanganan calon penumpang yang telah berada di bandara, dengan AirNav Indonesia untuk memantau kondisi ruang udara yang terdampak, serta dengan unsur aparatur keamanan guna mengantisipasi dan memastikan situasi keamanan bandara tetap terjaga.
“Kami mengimbau para calon penumpang untuk memantau informasi terbaru melalui kanal resmi masing-masing maskapai dan memastikan kembali status penerbangan sebelum menuju bandara,” kata Aziz.
Sebelumnya diberitakan, Kementerian Haji dan Umrah RI mengimbau calon jamaah umrah yang dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci dalam waktu dekat, untuk menunda keberangkatannya seiring dengan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang semakin dinamis dan tidak menentu.
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan imbauan tersebut merupakan bentuk kehati-hatian pemerintah dalam memastikan keamanan warga negara.“Mempertimbangkan kondisi Timur Tengah yang tidak menentu dan eskalasinya semakin tinggi, kami mengimbau jamaah umrah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatannya,” ujar Wamenhaj di Jakarta, Minggu (1/3/2026).
Pemerintah juga meminta jamaah umrah yang saat ini berada di Arab Saudi beserta keluarga di Tanah Air agar tetap tenang dan tidak panik.
Pemerintah terus berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi, maskapai penerbangan, serta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) guna memastikan jamaah yang mengalami penundaan kepulangan dapat tertangani dengan baik.
“Kami terus berkoordinasi dengan pihak Arab Saudi, maskapai, dan PPIU agar jamaah yang tertunda kepulangannya dapat ditampung di hotel maupun tempat-tempat lain yang aman dan layak,” pungkasnya. (red)





