AgamBeritaDaerah

Di Balik Megahnya Masjid Jami’ Galuang: Bukti Eratnya Kampung dan Rantau Pasca-Galodo Lahar Dingin Gunung Marapi

1
×

Di Balik Megahnya Masjid Jami’ Galuang: Bukti Eratnya Kampung dan Rantau Pasca-Galodo Lahar Dingin Gunung Marapi

Sebarkan artikel ini
SERAHKAN BANTUAN- Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal, menyerahkan bantuan kepada pengurus Masjid Jami’ Galuang saat bersafari Ramadhan ke Nagari Sungai Pua, Kecamatan Sungai Pua, Sabtu (28/2/2026). Wabup menyebut berdirinya masjid yang megah di Jorong Galuang itu bukan sekadar simbol kemakmuran, tetapi menjadi bukti eratnya hubungan antara masyarakat kampung dengan para perantau.

AGAM, POLIKATA.COM- Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal menatap kagum kemegahan Masjid Jami’ Galuang saat bersafari ke Nagari Sungai Pua, Kecamatan Sungai Pua, Sabtu (28/2).

Menurutnya, berdirinya masjid yang megah di Jorong Galuang itu bukan sekadar simbol kemakmuran, tetapi menjadi bukti eratnya hubungan antara masyarakat kampung dengan para perantau.

“Masjid ini terlihat sangat megah. Ini menandakan adanya kedekatan yang kuat antara masyarakat di kampung dengan perantau,” ujar M Iqbal di hadapan jamaah.

Namun di balik kemegahannya, Galuang menyimpan kenangan pilu. Pada 2024 lalu, kawasan ini terdampak bencana galodo lahar dingin Gunung Marapi.

Bahkan Jorong Galuang menjadi salah satu titik terparah di Sungai Pua. Bencana itu tidak hanya merusak rumah-rumah warga, tetapi juga merenggut korban jiwa.

Baca Juga  BRI Super League: Kabau Sirah Dibantai Arema FC 3-0 di Kanjuruhan

Duka itu belum sepenuhnya sirna, ketika beberapa bulan lalu Kabupaten Agam kembali dirundung bencana yang hampir melanda seluruh kecamatan.

Lima kecamatan terdampak paling parah, di antaranya Palembayan dan Tanjung Raya. Rumah -rumah hancur, lahan pertanian dan infrastruktur rusak serta kembali menimbulkan korban jiwa.

Berdasarkan catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kabupaten Agam termasuk wilayah yang rawan bencana. Meski demikian, Iqbal mengajak masyarakat untuk tidak larut dalam kesedihan.

“Bagaimana kita bisa bersama-sama tetap membangun Kabupaten Agam, khususnya di Sungai Pua ini,” katanya memberi semangat.

Dia menyebutkan, di Nagari Sungai Pua terdapat tiga anggota DPRD Agam yang siap bersinergi dengan pemerintah daerah untuk mendorong pembangunan wilayah tersebut.

Baca Juga  Andre Rosiade Dampingi Menteri PU Cek Pekerjaan, APBN Rp667 Miliar Digelontorkan untuk Jalan Malalak

Namun di tengah upaya pemulihan, tantangan lain muncul berupa efisiensi anggaran yang berdampak pada pemotongan sejumlah pos belanja, termasuk anggaran pemerintah daerah dan nagari.

Kondisi ini membuat sejumlah usulan masyarakat dalam musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) belum dapat dieksekusi karena keterbatasan anggaran.

“Semoga kondisi ini segera pulih, sehingga tidak ada lagi pemotongan anggaran dan program yang sudah dimusyawarahkan bisa dilaksanakan,” harapnya.

Dalam kunjungan safari tersebut, Wakil Bupati Agam menyerahkan bantuan sebesar Rp20 juta dan 50 helai kain sarung untuk Masjid Jami’ Galuang.

Bantuan ini diharapkannya menjadi penyemangat bagi jamaah dan masyarakat setempat untuk terus menjaga kekompakan dan optimisme. (red)