BeritaHeadlinePadang

Kaki Palsu dari UPZ BAZNAS Semen Padang Kembalikan Harapan Rahma untuk Mandiri

×

Kaki Palsu dari UPZ BAZNAS Semen Padang Kembalikan Harapan Rahma untuk Mandiri

Sebarkan artikel ini
Kaki Palsu dari UPZ BAZNAS Semen Padang Kembalikan Harapan Rahma untuk Mandiri
BANTUAN KAKI PALSU— Manajer UPZ Baznas Semen Padang Akmal menyerahkan bantuan kaki palsu kepada Rahma Hatta di Kantor UPZ Baznas Semen Padang, Senin (31/8/2026). Bantuan tersebut membantu Rahma kembali beraktivitas secara mandiri. (FOTO: Dok, Humas Semen Padang)

PADANG, POLIKATA.COM— Harapan Rahma Hatta untuk kembali beraktivitas secara mandiri mulai terwujud. Ibu rumah tangga asal Kampung Dalam, Kelurahan Binuang, Kecamatan Pauh, Kota Padang, itu kini mampu berjalan lebih baik, mengendarai sepeda motor hingga kembali berjualan ayam untuk membantu perekonomian keluarganya.

Perubahan tersebut dirasakan Rahma setelah memperoleh bantuan kaki palsu melalui program kesehatan dan biaya kemanusiaan Unit Pengumpul Zakat Badan Amil Zakat Nasional (UPZ BAZNAS) Semen Padang.

Bantuan kaki palsu itu diserahkan Manajer UPZ BAZNAS Semen Padang, Akmal, dan diterima Rahma di Kantor UPZ BAZNAS Semen Padang, Senin (31/8/2026).

Rahma kehilangan kaki kirinya setelah mengalami kecelakaan pada 2017. Sejak saat itu, aktivitas sehari-harinya menjadi terbatas dan ia harus mengandalkan tongkat untuk berpindah maupun menjalankan berbagai kegiatan.

Keterbatasan tersebut diperberat kondisi ekonomi keluarga. Suami Rahma hanya bekerja sebagai buruh harian lepas dengan penghasilan yang tidak tetap. Keinginan memiliki alat bantu yang lebih memadai pun tidak mudah diwujudkan secara mandiri.

Informasi mengenai bantuan kaki palsu dari UPZ BAZNAS Semen Padang diketahui Rahma melalui media sosial. Ia kemudian mendatangi kantor UPZ BAZNAS Semen Padang untuk mengajukan permohonan bantuan.

Pengajuan tersebut ditindaklanjuti tim UPZ BAZNAS Semen Padang melalui kunjungan ke kediaman Rahma. Setelah dilakukan asesmen dan sejumlah tindak lanjut, bantuan kaki palsu akhirnya direalisasikan.

Kini, alat bantu tersebut tidak hanya memudahkan mobilitas Rahma, tetapi juga membuka kembali kesempatan baginya untuk menjalani aktivitas secara lebih mandiri.

“Alhamdulillah, sekarang saya sudah bisa berjalan kembali dengan baik. Saya juga sudah bisa mengendarai sepeda motor dan kembali berjualan ayam,” ujar Rahma.

Ia mengaku bersyukur dan menyampaikan terima kasih kepada UPZ BAZNAS Semen Padang. Menurutnya, bantuan tersebut memberikan perubahan besar, terutama dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Baca Juga  Revitalisasi Pasar Raya Dimulai, Puluhan Satpol PP Amankan Basement Blok II & III

Penanganan kaki palsu Rahma dilakukan melalui Ade Orthopros, workshop yang bergerak dalam pembuatan dan penanganan alat bantu bagi pasien ortopedi, rehabilitasi medis, tumbuh kembang, serta pembuatan kaki dan tangan palsu.

Ahli Ortotis Prostetis Ade Orthopros, Ade Saputra, mengatakan Rahma bukan pasien baru di workshop tersebut. Ia telah menjadi pasien sejak 2017 dan selama ini menggunakan tongkat sebagai alat bantu aktivitas.

Dalam penanganan terbaru, dilakukan penggantian komponen socket pada kaki palsu Rahma. Penggantian tersebut disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan pengguna agar alat bantu lebih nyaman sekaligus menunjang aktivitas secara optimal.

“Sekarang kondisinya sangat baik. Ibu Rahma sudah bisa berjalan, beraktivitas, mengendarai sepeda motor, bahkan sudah kembali berjualan ayam,” kata Ade.

Ade Orthopros berlokasi di Kompleks Polamas Blok B No. 3, Andalas, Kota Padang. Penanganan alat bantu di tempat tersebut tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga menyesuaikan perangkat dengan kebutuhan mobilitas dan aktivitas penerima manfaat.

Sementara itu, Manajer UPZ BAZNAS Semen Padang, Akmal, mengatakan bantuan kaki palsu tersebut merupakan bagian dari program kesehatan dan biaya kemanusiaan.

Melalui program tersebut, dana zakat yang dihimpun UPZ BAZNAS Semen Padang disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan dalam bentuk bantuan yang diharapkan memberikan manfaat langsung.

“Melalui penyaluran dana zakat ini, kami berharap kualitas hidup Bu Rahmah dapat meningkat secara optimal. Semoga beliau dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih maksimal dan penuh keberkahan,” ujar Akmal.

Menurutnya, bantuan alat bantu seperti kaki palsu memiliki dampak yang lebih luas. Selain membantu penerima manfaat dari sisi kesehatan dan mobilitas, bantuan tersebut juga dapat meningkatkan kepercayaan diri serta membuka kembali kesempatan untuk beraktivitas secara produktif.

Baca Juga  Percepatan Pendistribusian dana TKD Sumbar, Mahyeldi Minta Dukungan Komisi II DPR RI

Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, mengapresiasi langkah UPZ BAZNAS Semen Padang yang terus menghadirkan program kemanusiaan dengan manfaat yang dirasakan langsung masyarakat.

Menurut Win, bantuan kaki palsu bagi Rahma menunjukkan bahwa pengelolaan zakat tidak sekadar berkaitan dengan penyaluran bantuan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat.

“Kami mengapresiasi UPZ BAZNAS Semen Padang yang terus menghadirkan manfaat nyata melalui penyaluran dana zakat. Bantuan seperti ini memiliki nilai kemanusiaan yang sangat kuat karena memberikan kesempatan bagi penerima manfaat untuk kembali beraktivitas dan meningkatkan kualitas hidupnya,” ujar Win.

Ia menambahkan, kepedulian tersebut merupakan bagian dari nilai yang terus dibangun PT Semen Padang dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan. Keberadaan UPZ BAZNAS Semen Padang diharapkan semakin memperkuat kontribusi perusahaan bagi masyarakat, khususnya kelompok yang membutuhkan dukungan.

Bagi Rahma, kaki palsu yang diterimanya bukan sekadar alat bantu untuk berjalan. Alat tersebut menjadi pintu bagi dirinya untuk kembali menjalani kehidupan secara lebih mandiri.

Dari sebelumnya harus bertumpu pada tongkat, kini Rahma dapat berjalan dengan lebih percaya diri. Ia juga kembali mengendarai sepeda motor dan berjualan ayam untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarganya.

Kisah Rahma menunjukkan bahwa bantuan yang tepat sasaran dapat memberikan dampak lebih luas bagi penerimanya. Sebuah alat bantu mobilitas tidak hanya memudahkan seseorang berjalan, tetapi juga dapat membuka kembali ruang produktivitas dan membangun kepercayaan diri.

Melalui program kesehatan dan biaya kemanusiaan, UPZ BAZNAS Semen Padang berupaya menyalurkan dana zakat dalam bentuk manfaat yang konkret bagi masyarakat yang membutuhkan.

Bagi Rahma, bantuan itu kini menjadi bagian penting dari langkah barunya untuk kembali aktif, mandiri, dan menatap kehidupan dengan optimistis. (*)