BeritaDaerahHeadlinePadang

Sering Dibully, Siswa MAN 3 Padang Nekat Belajar Rakit Bom di Grup Daring untuk Balas Dendam!

×

Sering Dibully, Siswa MAN 3 Padang Nekat Belajar Rakit Bom di Grup Daring untuk Balas Dendam!

Sebarkan artikel ini
Barang bukti bom rakitan dan senjata tajam siswa MAN 3 Padang.
BARANG BUKTI— Sejumlah barang bukti mulai dari kotak hitam, petasan, pisau, hingga anak panah yang disita dari siswa berinisial R (17) usai insiden ledakan bom rakitan di MAN 3 Padang, Selasa (14/7/2026). (Foto: Dok. Istimewa/Polri)

PADANG, POLIKATA.COM —Penyelidikan kasus ledakan bom rakitan di MAN 3 Padang kini berfokus pada rekam jejak digital pelaku berinisial R (17). Pelajar tersebut diketahui masuk ke dalam pusaran radikalisme digital setelah kerap menjadi korban perundungan (bullying) di lingkungan sosialnya.

Densus 88 Antiteror Polri mengungkapkan bahwa kombinasi antara trauma psikologis akibat perundungan dan paparan konten ekstrem di media sosial menjadi pemicu utama R nekat merakit senjata berbahaya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan psikologis dan digital forensik, R yang cenderung menarik diri akibat bullying mencari pelarian di dunia maya. Remaja ini kemudian masuk dan aktif dalam sejumlah grup obrolan daring rahasia yang spesifik membahas tutorial pembuatan bahan peledak.

Baca Juga  Sambut HJK Ke-357, Naik Bus Trans Padang Cuma Bayar Rp1 di Semua Koridor

“Terduga pelaku mengaku bergabung dalam beberapa grup daring. Di sana ia mendapatkan pemahaman, formula, hingga panduan langkah demi langkah untuk merakit bom,” ujar Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Mayndra Eka Wardhana, Selasa (14/7/2026)

Terinspirasi Aksi Balas Dendam

Di dalam komunitas siber tersebut, R mempelajari kasus ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta. Tragedi di ibu kota tersebut diakui R menjadi inspirasi utamanya untuk melakukan aksi serupa di sekolahnya sendiri sebagai bentuk pelampiasan atas perundungan yang ia alami.

Dari grup daring itu pula, R mendapat ide untuk memodifikasi petasan dengan material berbahaya seperti pisau, anak panah, kelereng, dan baut guna meningkatkan daya hancur bom rakitannya.

Baca Juga  Kisah Inspiratif Nayla, Siswi SMA Semen Padang yang Lolos Kampus Bergengsi Dalam dan Luar Negeri

Fokus Penyidikan: Pemburu Doktrin Cyber

Aparat penegak hukum kini mengalihkan fokus investigasi pada dua lini utama, yakni melacak dan membongkar jaringan grup daring (seperti Telegram atau WhatsApp) yang mendoktrin serta mendistribusikan panduan pembuatan bom kepada anak di bawah umur.

Kemudian, memeriksa pihak sekolah dan rekan-rekan R untuk memetakan sejauh mana tingkat perundungan yang diterima pelaku hingga membuatnya nekat merencanakan aksi teror.

Meski dipastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ledakan di MAN 3 Padang pada Selasa (14/7/2026) ini, polisi menegaskan bahwa penanganan kasus anak yang terpapar radikalisme akibat bullying memerlukan pendekatan hukum sekaligus pendampingan psikologis yang intensif. (*)