PADANG, POLIKATA.COM— Pemerintah Kota Padang melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) menggelar Tabligh Akbar dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah yang dipusatkan di Masjid Agung Nurul Iman, Jumat (19/6/2026). Kegiatan kerohanian yang berlangsung khidmat dan diikuti ratusan jemaah ini mengusung tema “Mari Berhijrah Menuju Padang Religius, Berkarakter, Maju dan Sejahtera”.
Peringatan hari besar Islam ini terasa istimewa dan menyedot perhatian jemaah karena menghadirkan penceramah nasional Ustaz Hafiz Salim. Dai asal Jakarta yang akrab disapa Bang Salim ini juga sangat dikenal luas oleh masyarakat sebagai salah satu pemeran dalam sinetron populer Si Entong.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menyampaikan bahwa peringatan Tahun Baru Islam merupakan momentum penting bagi umat Islam untuk melakukan hijrah menuju perubahan kehidupan yang lebih baik. “Hijrah mengajarkan kepada kita tentang semangat perubahan menuju kondisi yang lebih baik.
Oleh karena itu, peringatan Tahun Baru Islam hendaknya menjadi sarana evaluasi diri, sejauh mana kita telah meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT,” ujar Maigus Nasir di hadapan para jemaah dan tamu undangan.
Mantan Ketua DPRD Kota Padang ini menambahkan, pembangunan sebuah daerah tidak boleh timpang. “Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari kemajuan fisik dan ekonomi, tetapi juga dari kualitas moral dan spiritual masyarakatnya. Karena itu, mari kita bersama-sama memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari,” imbuhnya.
Menurut Maigus, sebagai ibu kota provinsi, Kota Padang terus bergerak dinamis memenuhi visi pembangunannya. Namun, tantangan sosial seperti kenakalan remaja, pergaulan bebas, hingga ancaman narkoba tetap memerlukan perhatian serta peran aktif seluruh elemen masyarakat. Ia pun mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemko Padang dan warga kota untuk mempererat ukhuwah Islamiyah demi menjaga keamanan dan ketertiban.
Sementara itu, Ustaz Hafiz Salim dalam tausiyahnya yang segar namun sarat makna, mengupas tiga pilar utama bagi umat Islam dalam menyambut tahun baru, yakni hijrah, muhasabah (introspeksi diri), dan istiqamah dalam kebaikan.
Ia menjelaskan bahwa hijrah adalah proses berpindah dari kebiasaan buruk menuju kebaikan, sedangkan muhasabah menjadi sarana evaluasi, dan istiqamah merupakan komitmen untuk tetap berada di jalan yang benar.
”Mari jadikan 1 Muharram 1448 H sebagai titik awal perubahan. Berhijrah dari keburukan menuju kebaikan, dari kelalaian menuju ketaatan, serta terus istiqomah dalam menjalankan perintah Allah SWT,” ajak Ustaz Hafiz Salim. (red)












