BeritaPadangSumatera Barat

10 Tahun Bertahan di Rumah Nyaris Roboh, Buruh Tani di Pauh Akhirnya Punya Hunian Layak Sepablock

×

10 Tahun Bertahan di Rumah Nyaris Roboh, Buruh Tani di Pauh Akhirnya Punya Hunian Layak Sepablock

Sebarkan artikel ini
TERIMA KUNCI RUMAH— Zulkifli (59) dan Misniwati (40), menerima kunci rumah hunian mereka yang kini berdiri kokoh RT 4 RW 1, Kelurahan Koto Lua, Kecamatan Pauh, setelah dibangun oleh PT Semen Padang dengan menggunakan Sepablock (Semen Padang Bata Interlock).

PADANG, POLIKATA.COM- Selama hampir satu dekade, setiap kali awan mendung menggelayut di langit Kelurahan Koto Lua, hati Misniwati (40) selalu berdegup kencang. Bukan karena takut akan suara petir, melainkan karena ia tahu rumah panggung kayu yang dihuni bersama suami dan lima anaknya akan kembali “menangis”. Atap yang bocor dan lantai kayu yang rapuh adalah saksi bisu perjuangan mereka bertahan hidup sejak 2016.

Namun, kini air mata yang jatuh di pipi Misniwati bukan lagi karena sedih. Bersama suaminya, Zulkifli (59), ia berdiri terpaku menatap hunian mungil berukuran 6×6 meter yang kini berdiri kokoh di RT 4 RW 1. Tidak ada lagi lantai yang hampir roboh atau rasa was-was saat angin kencang menerjang.

“Sebagai buruh tani, punya rumah layak itu rasanya cuma mimpi yang saya simpan rapat-rapat. Uang dari keringat saya hanya cukup untuk makan sehari-hari,” bisik Zulkifli dengan suara bergetar saat menerima kunci rumah barunya.

Baca Juga  SNT 2026 Dimulai, Bupati Yulianto Siapkan Lahan 20 Hektare di Muara Kiawai

Rumah baru ini bukan sekadar bangunan fisik. Ia adalah wujud nyata dari gotong royong melalui program bedah rumah kolaborasi Forum Nagari Kelurahan Koto Lua dan PT Semen Padang. Menariknya, dinding rumah ini dibangun menggunakan Sepablock (Semen Padang Bata Interlock), sebuah inovasi teknologi yang kini menjadi pelindung baru bagi masa depan lima anak Zulkifli.

Staf TJSL PT Semen Padang, Firma Yudi, menyerahkan kunci tersebut di bawah tatapan haru warga sekitar. Baginya dan perusahaan, ini bukan sekadar menjalankan kewajiban sosial, tapi tentang memanusiakan manusia.

Ketua Forum Nagari Koto Lua, Nofial, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Ia melihat sendiri bagaimana warga sekitar bahu-membahu secara swadaya membantu proses pembangunan. “Alhamdulillah, rumah yang dulunya membahayakan nyawa penghuninya, kini sudah berganti menjadi tempat bernaung yang nyaman,” ungkapnya.

Baca Juga  Wagub Vasko Ruseimy dan Wawako Allex Berburu Takjil di Paskul Pasar Pusat Padang Panjang

Harapan besar juga dititipkan oleh Ketua KAN Limau Manis, Zulkifli Dt. Kumayang. Ia berpesan agar rumah tersebut dijaga layaknya menjaga harapan keluarga. “Rawatlah rumah ini dengan baik,” tuturnya singkat namun sarat makna.

Dari pusat operasional perusahaan, Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, menegaskan bahwa kebahagiaan keluarga Zulkifli adalah misi utama mereka. “Kami percaya keberlanjutan perusahaan harus berjalan seiring dengan senyum masyarakat di sekitar kami. Inovasi seperti Sepablock kami hadirkan agar pembangunan rumah layak bisa lebih efisien dan dirasakan manfaatnya oleh mereka yang paling membutuhkan,” ujar Win.

Kini, keluarga Zulkifli bisa tidur nyenyak. Di dalam rumah baru yang kokoh itu, mimpi-mimpi kelima anak mereka tak lagi harus basah karena air hujan. Mereka kini punya “benteng” untuk memulai hidup yang lebih bermartabat. (red)